Gizi Seimbang Untuk Hidup Sehat

Seperti khayalak ketahui bahwa makanan seimbang adalah ”4 Sehat 5 Sempurna” akan tetapi prinsip tersebut sudah tidak berlaku pada masa saat ini. tapi kita cukup memperhatikan Porsi Gizinya

Pada gizi seimbang ini diperhatikan ‘Porsi Makanan Sesuai Umur” jadi kita bisa membedakan mana porsi untuk anak atau porsi untuk dewasa.

Tubuh kita sangat membutuhakan gizi dari makanan yang kita makan agar tubuh dapat beraktivitas secara optimal.
Karbohidrat, Protein serta Lemak merupakan unsur utama yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia dalam mengoptimalkan aktivitas tubuh/hidup.

Kedalai merupakan salah satu makanan jenis NABATI yang mengadung banyak protein sebanyak 34%, hal ini sangat berbalikan dengan pengetahuan yang berkembang dimasyarakat yang mayoritas tau bahwa daging dan telur adalah sumber protein terbanyak!.. akan tetapi menurut penelitian bahwa telur dan daging mengandung hanya sebagian kecil protein berkisar 13-21%.

Adapun pandangan yang berkembang dimasyarakat bahwa ”Jika kita tidak makan daging maka kita akan lemas”, padangan tersebut harus diklarifikasi alasanya Sumber utama energi adalah karbohidrat, namun dalam daging tidak ditemukan karbohidrat otomatis kalau tidak makan daging tidak akan lemas!, tetapi ”kalau tidak makan makanan yang mengandung karbohidrat akan lemas”.

Intinya; kita tidak lagi berpatokan makanan ”4 sehat 5 sempurna”, paradigma tersebut harus dimusnahkan baik dilingkungan masyarakan maupun sekolah. Paradigma yang baru yaitu ”melihat porsi makanan bergizi” kita harus terapkan dalam mengkonsumsi makanan, seperti penjelasan diatas kita sudah bisa menempatkan makanan yang kita makan dilihat kandungan gizinya, bisa saja kita makan Tempe (mengandung protein) + Nasi (karbohidrat) + daging/ikan (lemak) + air (mineral) ini sudah bisa menyeimbangkan gizi dalam tubuh kita walaupun tanpa susu, karena susu sudah terasuk dalam protein, jadi bisa disebut Makanan Sehat Sederhana (gizinya tidak Berlebih dan tidak Juga berkurang)

About Gusti Pandi Liputo

Masih dalam tahap belajar untuk menjadi pemuda yang berpikir kreatif dalam menyelesaikan setiap problematika

Posted on Januari 31, 2011, in Kesehatan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: